Luna meremas tangannya yang gemetar, ia mencoba tegar dalam menanggapi tuduhan yang Hyu lontarkan. Hyu meraih pipi Luna lembut, tatapan lelaki itu dalam dan tajam hingga terasa menusuk ke jantung Luna. Hyu mengusap pipi wanita itu menghapus bulir air mata Luna yang berhasil lolos dari kelopak mata yang sedang bergetar menatap dirinya. "Aku tahu kau juga sangat merindukan aku kan ... Aku dapat melihatnya Luna ... Ada sesuatu yang kau tutupi, ada sesuatu yang coba kau tahan sendiri." Jelas Hyu yang malah membuat Luna kembali menangis. Dia tidak bisa bersembunyi dari Hyu, lelaki itu terlalu mengenalnya. Berbohong? Sampai kapan? Menyimpan semua kebenaran, apa itu cara yang tepat untuk hubungan mereka? Luna takut Hyu hancur, tapi apakah dengan menyimpan bom waktu ini sendiri semua akan m

