"Baik, Capt, seringnya sih Mbak Nita marah-marah sama yang ngedeketin, Capt aja sih." Menatap Annisa dalam jarak dekat, Aditya merasa jika Annisa tampak semakin cantik. Tingkahnya sering menggemaskan. Saat dia bicara, saat dia protes ataupun saat dia marah, semua terlihat menggemaskan di mata Aditya. Dia paling suka melihat Annisa saat makan. Apabila perempuan itu marah, maka dia bisa makan dengan cepat. Dia paling suka ini. "Oh gitu, terus kalau kamu marah-marah kenapa?" Aditya mengalihkan pembicaraan, menatap Annisa lekat, terus memandangi Annisa menunggu perempuan itu bicara. "Capt kenapa? Kok tiba-tiba jadi aneh?" Annisa merasa bingung dengan pertanyaan Aditya barusan ini. "Capt enggak lagi sakit kan?" Annisa menggeser tubuhnya mendekat pada Aditya. Meletakkan telapak tangannya d