"Enggak percaya ah, pasti kamu bohong kan, Nisa?" Nadia menatap Annisa dengan tatapan tidak percaya. Ponsel Annisa berdering, di layar muncul panggilan dari Aditya. "Siapa itu, Nis? Kok namanya aneh." Nadia melirik nama penelpon yang disimpan oleh Annisa. Dia mengerutkan dahi saat membaca nama itu. Tukang maksa. "Capt Adit. Aku terima dulu teleponnya ya." Saat Annisa bangkit untuk menjauh saat menjawab panggilan telepon, Nadia menahannya. "Terima di sini aja. Biar aku yakin kalo itu bener Capt Adit." Annisa duduk kembali, lalu menerima panggilan telepon. Dia harus bicara dengan hati-hati dengan Aditya di hadapan dua temannya. "Assalamualaikum." "Wa'alaykumussalam. Kamu di mana kok lama banget jawab telepon?" protes Aditya dari seberang panggilan. "Lagi makan Capt, ada apa?"