“Ma, Devan udah berangkat belum?” “Iya. Dia sudah berangkat.” Liona membawa sesuatu buru-buru dari dapur. “Yaaah, padahal aku udah siapin makan siang buat dia sama papa.” Theresa yang duduk menemani cucunya bermain sambil menyuapi mereka melihat wajah kekecewaan dari Liona. “Kamu titip aja sama sopir. Emang tadi kamu nggak bilang siapin dia makan siang?” “Nggak, Ma. Soalnya dia kan pasti pamit kalau mau berangkat.” “Devan buru-buru sama papa.” Liona duduk di sebelahnya. Theresa melihat kalau ada sesuatu dari dua orang itu. Apalagi akhir-akhir ini mereka sering keluar bareng. “Liona, kamu sama Devan ada sesuatu?” Meskipun Xavier pernah bilang kalau Liona akan didekati oleh Devan. Namun, mengingat ucapan mertuanya bahwa dia terlalu mudah percaya dengan ucapan Xavier. Liona mena