Beberapa waktu kemudian mereka dari rumahnya Sophie tidak ada kemajuan sama sekali. Mereka masih menganggap kesalahan Xavier waktu itu sangat fatal karena telah berbohong. Xavier justru merasa istrinya kali ini mungkin kepikiran tentang itu. Dihampirinya sang istri yang sedang bengong, meskipun televisi menyala. Tapi istrinya sedang punya beban pikiran sendiri. Xavier menaruh minumannya di atas meja dan menyentuh tangan istrinya. “Kenapa lagi sih?” Liona menoleh. “Nggak apa-apa.” Xavier melihat perut istrinya yang buncit. Dia kemudian tidur di paha istrinya dan langsung mencium perut itu. “Mumpung anak-anak sudah tidur. Nggak ada salahnya romantis kayak gini, kan?” Xavier memejamkan matanya sambil mencium perut istrinya. Ini seharusnya dia lakukan beberapa tahun lalu ketika ada di

