“Liona, ke dokter yuk!” Xavier masih kesulitan untuk mengajak istrinya periksa. Dia sudah menyuapi kedua anaknya, ini adalah hari kedua Liona jatuh sakit seperti ini. Namun penolakan demi penolakan dilakukan oleh istrinya. “Aku mau istirahat. Besok pasti membaik.” Liona cukup keras kepala. Xavier yang merasa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap istrinya memang harus mengambil tindakan tegas untuk wanita ini. Dia harus melakukan segala cara untuk bisa mengajak istrinya ke dokter. Xavier kemudian keluar dari kamar dan menemui sopirnya. “Pak, minta tolong antar anak-anak ke rumah orang tua saya, ya!” “Sekarang?” “Ya. Tunggu saya bicara dulu sama mereka.” Xavier sudah kehilangan kesabaran untuk menghadapi Liona. Wanita itu benar-benar tidak mau dipaksa untuk dibawa ke rumah sakit.

