Alina kembali membalikkan tubuh karena takut jika yang dilihatnya hanya khayalan. Tidak mungkin kan Gevan ke sini? Pria itu kan tidak mengenalinya. Namun karena rasa penasarannya kembali muncul, wanita manis ini kembali membalikkan tubuh, dan tak melihat siapapun di sana. Alina bernapas lega karena ternyata yang dilihatnya tadi hanya khayalan. Wanita ini kembali membalikkan tubuh untuk berjalan menuju apartemennya yang tak begitu jauh dari sana. Sepertinya berjalan kaki di malam hari boleh juga. Hitung-hitung untuk menikmati udara malam. "Bagaimana keadaan bayi kita, Cherry?" Alina kembali menghentikan langkahnya. Apakah dia benar-benar terobsesi pada sang bos? Sampai kembali mendengar suara Gevan. Alina kembali melangkah, namun lagi-lagi langkahnya terhenti karena mendengar suar

