Alina berkali-kali menarik dan membuang napasnya gugup sambil mengeringkan rambut panjangnya dengan hairdryer yang tersedia di ruangan mewah ini. Kamar tidurnya dan sang Suami. Suami? Alina menggigit bibir bawahnya agar tak tersenyum lebar. Berbagai prosesi pernikahan dan resepsi yang dilaluinya dan Gevan yang baru selesai dua jam yang lalu, masih membuat Alina tak percaya. Alina masih menyangka jika ini adalah mimpi. Semua proses menjelang pernikahan mereka berjalan lancar. Termasuk meminta izin pada Mama Gea yang sebenarnya sedikit kecewa saat tahu Alina mengandung lebih dulu. Tapi semua kekecewaan itu tak berlangsung lama, karena Mama Gea bersyukur pria yang menghamili keponakannya bertanggung jawab atas apa yang diperbuat pria itu. Alina tak henti-hentinya bersyukur. Namun juga tak

