Setelah puas menangis, Alina beranjak dari duduk dengan selimut yang melilit di tubuh polosnya, lalu berjalan ke arah kamar mandi yang tempatnya tak jauh dari ranjang ruangan ini. Alina berjalan perlahan sambil sesekali meringis nyeri. 'Inti' tubuhnya masih terasa sakit akibat semalam. Alina kembali menangis, namun kali ini hanya isakan kecil yang keluar. Awalnya Alina masih berharap jika dugaannya salah. Namun setelah melihat bercak merah di seprai ranjang yang tadi dia tiduri, dia jadi benar-benar yakin jika dirinya sudah bukan perawan lagi. Sesampainya di dalam kamar mandi, mata Alina tertuju pada paper bag besar berwarna putih yang berada di atas wastafel. Tulisan salah satu nama brand pakaian ternama tercetak jelas menempel pada paper bag itu. Alina berjalan perlahan, lalu menemu

