EMPAT PULUH DUA

1511 Kata

"Bi, Devan belum pulang?" Alya mengucek kedua matanya karena baru bangun dari tidurnya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Alya yang sepertinya sudah tidak sabar lagi dengan kedatangan Devan yang dua bulan ini tidak pernah pulang. Alya yang sehari-harinya selalu menanyakan kabar Devan tapi tak ada kepastian. Bibi Zu yang waktu itu hendak berangkat ke rumah sakit justru mengurungkan niatnya karena melihat Alya yang baru bangun dan langsung menghampiri Alya. "Kamu yang sabar ya, mungkin Devan lagi sibuk. Tahu sendiri kan kalau Devan sibuk pasti gini,"  "Tapi, Bi. Aku kangen," Bibi Zu merasakan sakit di dalam dadanya mendengar ucapan Alya barusan. Siapa yang tidak rindu dengan Devan sekalipun sikapnya kadang mudah sekali berubah-ubah. Tapi jika seperti ini, mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN