Devan yang masih berbaring diranjang. Padahal tadi setelah makan malam, dia menyuruh Alya untuk pulang ke rumah dan istirahat di sana. tapi, Alya tetap menolak dan justru masih setia menunggnya. Kali ini dia melihat Alya sedang menerima telepon dari orang tuanya dan jarak mereka cukup renggang karena kekasihnya memilih menghindar ketika di telepon oleh orang tuanya. Devan sendiri tahu bahwa Alya juga sangat merindukan orang tuanya. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa bertemu dengan orang tuanya karena perutnya yang membesar. Devan juga mengerti bahwa itu juga menjadi beban pikirannya. Ketika Alya kembali lagi, dia melihat mata Alya yang berkaca dan sudah dipastikan bahwa Alya menangis tadi. Tapi dihadapan Devan dia masih tersenyum. "Kenapa?" Devan memberanikan diri untuk bertanya sepe

