TIGA PULUH TUJUH

986 Kata

Pagi itu Devan turun sendirian dari kamarnya sambil membawa tabletnya dengan dasi yang belum di ikat dan hanya dililitkan pada lehernya. "Alya nggak sekolah?" Devan duduk kemudian meletakkan tabletnya lalu mengikat simpul dasinya. "Dia bilang nggak enak badan, Bi. Jadi biarin aja dia istirahat, nanti kalau dia pengin sarapan, Bibi tinggal suruh siapa aja buat siapin," Bibi Zu merasa ada yang aneh dari Alya. Karena beberapa hari terakhir Devan memang jarang pulang dan Alya sarapan sendirian. Tapi selalu dimuntahkan, bahkan tadi ketika Bibi Zu hendak mengambil pakaian kotor di kamar Devan. Bibi Zu yang melihat pintu kamar terbuka hanya beberapa sentimeter. Karena awalnya dia tidak tahu dengan apa yang terjadi di dalam. Baru saja dia membuka sedikit pintu kamar. Dia melihat keduanya sedan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN