Pagi itu setelah dia selesai bersiap-siap dan sedang memasang dasinya. Dia mencoba menghubungi Alya tapi belum juga ada jawaban. Setelah menemani gadis itu tidur semalaman meski hanya lewat panggilan video, dia hanya bisa menahan rindunya. Mulai untuk tidur sendiri lagi, yang di mana setiap malamnya dia bisa memeluk erat gadis itu ketika sebelum memejamkan mata bahkan hingga terbangun, dia masih bisa memeluk gadis itu. "Mmmm, ada apa sih telpon pagi-pagi?" suara malas-malasan dari sambungan telepon membuat Devan langsung mengangkat ponselnya dan melihat gadis itu masih dalam memejamkan matanya. "Masih ngantuk," "Nggak jadi bantuin, Ayah? Katanya liburan kangen pengin bantuin orang tua, nyampe sana malah tiduran terus. Kapan mau bantuinnya coba?" "Bentar lagi," "Apa harus saya ke sana,

