DUA PULUH DUA

1442 Kata

Malam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Yang di mana Devan mengajak Alya pulang terlambat. Bukan tanpa tujuan, akan tetapi dia mengajak Alya pulang terlambat karena masih ingin berduaan dengan kekasihnya itu. Jika di rumah, tentu waktu untuk bersama akan sangat sedikit. Mereka berdua masih bermain aman dan tidak diketahui oleh orang-orang rumah. Selama dia mengenal perempuan, baru kali ini ada yang hidup aneh seperti Alya yang mampu mengubah hidupnya menjadi aneh juga. Tetapi, berkat Alya juga dia menjadi begitu bahagia. Bibi Zu yang setia menunggu di ruang tamu waktu itu membuat keduanya terkejut. "Kalian dari mana aja, sih? Alya juga pulang sekolah nggak pulang ke rumah dulu," "Dia nungguin saya kerja, Bi," Bibi Zu langsung melihat gerak gerik Alya yang sedikit aneh. Kemudi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN