Sexiest Man 14

1133 Kata
"Sarah." Teriak Vina histeris di ujung telepon Sarah pun segera menjauhkan hpnya dari telinganya karena mendengar suara teriakan Vina yang begitu kencang. "Vin ga usah pakai teriak juga kali. Kamu mau buat telinga aku jadi bideg gara-gara teriakan kamu." Omel Sarah "Sorry... Sorry aku cuma senang banget akhirnya kamu dilamar Daniel juga. Dan kita bisa jadi saudara setelah ini." Kata Vina dengan suara yang bahagia "Iya. Ini juga berkat sahabat aku yang udah berusaha jodohin aku sama adik iparnya." Kata Sarah memuji Vina "Iya dong. Kalau ga ada aku kamu ga bakalan ketemu sama Daniel. Jadi gimana tadi Daniel ngelamar kamu? Romantis ga?" Tanya Vina penasaran "Biasa aja sih. Kita cuma makan malam berdua dan setelah itu Daniel ngelamar aku deh." Jawab Sarah santai "Ternyata adik dan kakak sama aja. Sama-sama gak romantis. Tapi kenapa kita bisa jatuh cinta sama cowok-cowok gak romantis itu ya?" Kata Vina bingung "Hmmm.. mungkin mereka satu-satunya laki-laki pemberani yang mau serius sama kita. Dan itu yang  membuat kita jatuh cinta sama laki-laki ga romantis itu." Kata Sarah "Iya juga sih. Pokoknya aku ikut senang akhirnya kamu udah nemuin laki-laki yang bisa menjaga kamu." Kata Vina senang "Aku juga mau ngucapin makasih sama kamu. Berkat kamu akhirnya aku bisa move on dan bertemu sama laki-laki yang tepat." Kata Sarah sumringah "Sama-sama Sarah sayang. Pokoknya kita harus ketemu lagi dan kamu mau denger cerita kamu sampai detail." Kata Vina menuntut "Iya Ibu Vina. Nanti kamu kabarin aku aja kapan mau ketemuannya. Aku pasti akan cerita semuanya sama kamu." Kata Sarah setuju "Ok deh nanti aku telepon kamu lagi. Aku tutup teleponnya dulu ya Bang Danny udah pulang soalnya. Aku mau jadi istri yang baik dulu." Kata Vina semangat "Dasar. Ya udah sana sambut suami tercinta kamu dulu. Bye." Kata Sarah menutup teleponnya Sarah benar-benar tak habis pikir dengan perubahan yang Sarah lihat dari sahabatnya ini. Vina sudah menjadi istri dan ibu sejati sekarang. Dulu sebelum menikah Vina adalah tipe perempuan yang tidak peduli dengan masalah rumah ataupun dapur. Mungkin karena later belakang keluarga Vina yang masih ada keturunan darah birunya sehingga membuatnya sudah sering di layani bak putri raja. Bahkan ketika Vina memutuskan untuk keluar dari rumah karena tak suka dengan aturan yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Bahkan waktu itu orang tua Vina sudah mendesaknya untuk segera menikah tapi Vina menolaknya mentah-mentah karena ia ingin mengejar impiannya menjadi seorang guru. Dan akhirnya ia bisa meraih impiannya menjadi seorang guru dan akhirnya ia bisa bertemu dengan Bang Danny. Sarah pun tahu bagaimana Vina berjuang mati-matian untuk bisa mendapatkan Bang Danny. Karena memang Vina lah yang terus mengejar-ngejar Bang Danny agar Bang Danny bisa melihat kearah Vina. Dan usaha Vina tak sia-sia karena akhirnya Bang Danny merasakan semua perhatian yang diberikan oleh Vina hingga akhirnya mereka menikah dan sekarang mereka sudah memiliki seorang putri kecil yang lucu bernama Issabel. Sarah melihat cincin di jarinya. Cincin yang bertahtakan berlian yang begitu cantik. Dan Sarah tahu harga cincin ini tidaklah murah karena ia tahu bagaimana sifat seorang Daniel Willson. Terkadang Sarah masih tak menduga jika laki-laki seperti Daniel memilihnya untuk menjadi istrinya. Karena Sarah tahu banyak sekali perbedaan dari keduanya. Terutama soal perbedaan status. Sarah masih merasa gamang ketika mengingat hal itu. Ia masih takut bila keluarga Daniel tak menerima. Dan satu hal yang Sarah takutkan. Ia belum begitu tahu masa lalu Daniel. Waluapun Sarah tak begitu peduli dengan masa lalu Daniel tapi setidaknya ia ingin tahu agar kedepannya tak ada masalah. Mungkin suatu hari nanti ia akan mencoba menanyakan soal ini pada Daniel. Sarah kembali melihat cincin di jarinya dan senyum tak bisa hilang dari wajahnya hingga sebuah telepon membuyarkan lamunannya. Ketika mengambil HP nya ia melihat nama Daniel disana. Dan ia pun segera mengangkatnya. "Ya Niel." Jawab Sarah "Babe, kamu belum tidur?" Tanya Daniel di sebrang telepon "Bentar lagi mau tidur kok. Tadi habis telponan sama Vina jadi keasyikan sampai lupa waktu." Jawab Sarah jujur "Kamu pasti cerita soal tadi aku ngelamar kamu kan?" Tanya Daniel balik "Iya. Aku emang selalu cerita apapun sama Vina. Karena disini dia orang terdekat aku. Lagian Vina juga kan yang udah bantu perjodohan ini." Kata Sarah lagi "Iya aku tahu. Ya udah kamu tidur sekarang. Ini udah malam. Jangan lupa kunci kamarnya. Night baby. Love you." Kata Daniel penuh perhatian "Iya kamu tenang aja. Night. Love you too." Jawab Sarah balik Sambungan telepon pun berakhir dan Sarah yakin malam ini ia pasti akan tidur nyenyak. @ kantor Jam baru menunjukkan pukul 8 pagi dan seperti biasa Sarah sudah sampai di kantor 30 menit lebih awal. Dan saat ini ia sedang mengecek beberapa jadwal bossnya hari ini. Karena ia tak ingin terjadi kesalahan dengan jadwal yang ia buat untuk bossnya. Ting.... Suara pintu lift berbunyi tanda ada orang yang keluar dari pintu lift tersebut. Ketika pintu lift itu terbuka tampak seorang laki-laki tampan dengan pakaian formalnya sedang berjalan ke ruang kerjanya. Sarah yang tahu siapa yang keluar dari pintu lift itu langsung berdiri. "Selamat pagi Pak Daniel." Sapa Sarah "Pagi. Ke ruangan saya sekarang." Kata Daniel datar Beginilah sifat Daniel bila sedang menyandang posisi sebagai CEO perusahaan Willson. Ia akan berubah menjadi sosok yang dingin, misterius, dan yang pasti jenius. Karena sejak Daniel memimpin perusahan ini jauh lebih berkembang daripada sebelumnya. Dan banyak orang yang kagum dengan kinerja yang Daniel tunjukkan. Sarah pun segera berjalan menuju ruangan bosnya dengan membawa buku notenya. "Tok.... Tokkk" "Masuk." Jawab Daniel dari dalam "Pagi Pak. Hari ini bapak ada jadwal meeting dengan divisi keuangan pukul 10.00 pagi. Dan setelah itu sehabis makan siang bapak harus mengecek project apartemen yang sudah hampir selesai. Dan saya juga sudah menaruh dokumen yang harus bapak tanda tanganin." Kata Sarah menjelaskan "Babe come here." Kata Daniel memanggil Sarah untuk mendekat "Hahhh" Sarah kembali menghela nafas sepertinya bossnya ini sedang dalam mood yang lagi manja kepadanya. Dan ia harus sedikit bersabar meladeni sifat manja bossnya ini. "Tidurnya nyenyak semalam?" Tanya Daniel sambil membelai wajah Sarah "Iya nyenyak banget. Apalagi kemarin aku habis di lamar sama seorang laki-laki." Kata Sarah mencoba menggoda Daniel "Siapa laki-laki b******k yang beruntung mendapatkan wanita seperti kamu." Kata Daniel yang ikut menggoda Sarah "Hmmm... Kalau ga salah namanya Daniel Willson. Boss aku di kantor." Jawab Sarah sambil tersenyum "Oooo jadi laki-laki b******k itu aku dong." Kata Daniel dengan wajah kocaknya "Iya siapa lagi laki-laki b******k yang ngelamar aku kalau bukan kamu." Kata Sarah ikut membelai wajah tampan Daniel "Hahahaha." Daniel tertawa mendengar Sarah menggodanya. Sarah benar-benar merubah Daniel yang serius menjadi Daniel yang mudah tertawa. "Oya nanti mama mau kamu datang ke rumah buat makan malam bareng. Katanya mama mau ngomong sesuatu sama kamu?" Kata Daniel "Ibu Melisa mau ngomong apa ya sama aku? Apa beliau sadar kalau aku ga cocok jadi menantunya. Gimana nih?" Kata Sarah takut "Come on Babe. Ga usah paranoid gitu deh. Kamu kan udah kenal mama kan? Jadi itu tugas kamu biar mama setuju sama hubungan kita. Ok my baby?" Kata Daniel tersenyum penuh arti Sementara itu Sarah bingung dan panik. Ia bingung apa yang harus ia lakukan agar ibu Melisa setuju dengan hubungannya dengan Daniel. Panik karena ia tak tahu harus bersikap seperti apa nanti. Happy reading
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN