8. Bukan Tandingan

2006 Kata

"Kamu siapa?" Nayarra berhenti melangkah dan menoleh ke belakang. "Kenapa mengikuti saya?" Nayarra akhirnya memberanikan diri untuk bertanya setelah dilanda kebimbangan sejak tadi. Nayarra menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya sejak ia meninggalkan kampus. "Saya perlu bicara dengan kamu," balas pria itu tenang. Nayarra mengerutkan keningnya. Mencoba menerka siapa pria yang sedang berhadapan dengannya. Penampilannya rapi dan bersih, jelas bukan seperti potongan preman jalanan atau penjahat. Tapi wajah kakunya tetap menimbulkan kesan menyeramkan. "Kamu siapa?" "Saya Keifer," balasnya tanpa ragu. "Saya tidak mengenal kamu." Nayarra bukan tipikal orang pelupa. Jika pernah berkenalan, bahkan hanya sekadar bertemu, biasanya Nayarra akan mengingatnya. Tapi kali ini, rasanya ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN