“Jett, kenapa kamu ikut tidur di sini?!” seru Nayarra tertahan. Nayarra ingat jelas saat pergi tidur tadi, ia hanya sendirian di kamarnya. Namun sekarang, ada Jett yang ikut tidur di tempat tidurnya yang sempit, hingga membuat mereka berbaring berimpitan. Malah pria itu menyelipkan sebelah tangannya di bawah leher Nayarra, dan meletakkan satu tangannya lagi di pinggang wanita itu. Kekeraskepalaan Jett untuk terus bertahan di Dompu sejak kemarin saja sudah membuat Nayarra sakit kepala, dan sekarang, bisa-bisanya pria itu menjajah kamarnya. Tepatnya tempat tidurnya! Pria ini benar-benar keterlaluan! “Hmm,” gumam Jett malas dan mengantuk. Tidak peduli dengan kekesalan Nayarra. “Jett, bangun! Ayo, pindah!” Nayarra memaksa lepas dari pelukan Jett namun pria itu malah mempererat pelukannya

