Bab 92. Menata Langkah

1519 Kata

"Sepertinya mobil itu sengaja ingin mencelakai kita, Mbak," pungkas Nina. Rose tak menyahut, lebih memilih membawa Morgan secepat mungkin karena tangis si kecil membuatnya lara. Beruntung mobil Jennifer tak putar arah untuk memburunya. "Kita pulang sekarang, Nin!" Digendongnya Morgan sambil sesekali menghapus air matanya. Nina mengumpulkan barang belanjaan yang berserakan. Gegas dia menghentikan taksi yang lewat, lantas melaju cepat menuju rumah kontrakan. Berulang kali Rose meminta sopir melaju cepat agar Jennifer tak mengikuti. "Maafin mama, Nak. Maaf," lirih Rose sambil meniup perih luka si kecil. Tangis Morgan tak henti. Sesampainya di kontrakan, keduanya menyembuhkan luka Morgan. Nina menjaga di kamar setelah Morgan tertidur, Rose bicara di luar dengan Satria. "Tolong lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN