Bab 78. Berjarak

1960 Kata

Alexander menoleh saat Rose datang dari arah gerbang utama. Ditautkannya sebentar pada wajah sang istri. Hatinya melonggar karena pukulannya terakhir kali tak menimbulkan cedera atau bekas luka di wajahnya. "Rose?" Rose tak bergeming. Saat hendak ngeloyor masuk, tangannya ditahan oleh Alexander. "Kamu jam segini di luar? Abis dari mana? Kamu ninggalin anak-anak di rumah sama pengasuh?" Rose bungkam. "Aku udah bilang, hidup kamu jangan terlalu enak hanya karena aku sediakan pengasuh untuk anak-anak kita. Jangan lupakan tanggung jawabmu!" Kemarahan Alexander hanya disambut sinis oleh Rose. Sinar amarah di binar mata pria itu mendadak redam. "Kamu gila, ya, Mas? Yang nggak pulang berhari-hari itu kamu! Kenapa kamu yang interogasi aku barusan dari mana? Dan juga, aku nggak perlu bertany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN