Talak. Samantha menjatuhkan keputusannya untuk mengakhiri pernikahan. Tatapannya tak goyah meski pipi Akira mulai basah. "Benar, Ra. Dipertahankan juga percuma. Dari kemarin aku mau coba bicara dengan tenang sama kamu, tapi semua semakin rumit. Ini yang kamu inginkan, aku mempermudahnya." Samantha menoleh pada Wiryo, lantas berjalan mendekati untuk memegang jemari sang ayah mertua. "Maaf karena mengakhiri semuanya sebelum membahagiakan putrimu, Pa. Mungkin ini yang terbaik." Sejak tadi Akira tak bersuara, lantas kembali duduk karena lututnya terasa lemas tak bertenaga. Jatuh talak pertama, dirinya bukan istri Samantha lagi jika pria itu tak mengajukan rujuk padanya. "Semua barang-barang sudah kupindahkan, Ra. Untuk urusan dokumen dan hukum, aku akan selesaikan seiring waktu. Kamu cuku

