“Berhenti, Sam!” Mobil terparkir saat Rose melihat pedagang cilok yang berteduh di bawah rindangnya pohon cemara. Rose turun, lalu Samantha menyusul dan memperhatikan sang istri memesan dua porsi cilok. “Dibungkus ya, Pak! Yang satu pedes banget, yang satu lagi sedang aja,” titah Rose. Samantha melihat sang istri meneguk ludah sejak tadi. Memperhatikan tiap aci kenyal itu dimasukkan dalam plastik dan disiram saos pedas. Sudah sangat berselera. “Pak, bikin satu lagi yang pakai bumbu kacang, ya!” tambah Rose. Tak bertanya apa pun, antusias sang istri jadi hiburan untuk Samantha. Dikeluarkannya lembaran uang setelah Rose mendapatkan cemilannya. Gundukan rerumputan tepi taman menjadi tempat mereka duduk. Rose memberikan satu porsi pada Samantha. “Tadi ngeliat dari jauh. Kok tiba-tiba pen

