74 : Bunga Tidur

2028 Kata

Aku pamit. Bukan pergi untuk selamanya, namun hanya sementara. Biarkan aku menggapai cita untuk masa depan kita bersama. Kamu hanya perlu tetap menjalani hari, namun tak lupa menungguku kembali. Lima tahun lagi. Aku akan datang dan menepati janjiku pada semesta. Yaitu, membuat cerita kita berakhir dengan bahagia. Untukmu, Seseorang yang selalu kusebut rumah.   Untuk yang kesekian kalinya, Nabila kembali membaca tiap kata-perkata yang tertulis rapi di kertas putih tersebut. Sebuah surat, dari mahakarya seorang Raden Barga Bagaskara, yang di berikan kepada Nabila lima tahun lalu─tepat di hari kelulusan mereka. Lima tahun lalu, Barga harus pergi ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya, dan juga mengambil alih perusahaan Daniel yang berada disana. Sebagai putra sulung, Barga te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN