Barga merasakan sebuah déjà vu ketika membuka pintu ruangan Nabila dengan segenap rasa khawatir yang menyerang dadanya secara tiba-tiba, laki-laki itu seperti merasa kembali ke masa di lima tahun lalu ketika membuka pintu dan melihat Nabila ada di depannya namun Barga tidak bisa mendekatinya akibat sebuah trauma yang baru saja di derita oleh gadis itu. Namun kali ini menjadi lain cerita karena ketika Barga sudah membuka pintunya dengan sempurna, iris matanya justru langsung bertabrakan dengan iris mata gadis kesayangannya itu dan dalam sekejap Nabila langsung melemparkan senyum kepadanya. “Udah selesai?” Nabila bertanya bahkan sebelum Barga sempat menenangkan jantungnya yang mendadak berdetak dengan tak normal. “Barga?” Gadis itu memanggil lagi karena

