LIM.101 THE WEDDING (2) Saat aku melangkah keluar ruangan, koridor yang tadinya panjang kini terasa begitu pendek. Langkah ini terasa semakin berat mengingat rasa gugup yang akan aku rasakan saat berdiri di atas altar nanti. Daddy Damian Chen yang mengetahuinya pun kembali berusaha menenangkanku saat kami telah berdiri di depan pintu masuk chapel. “Tenanglah, semua akan berjalan lancar.” “I-iya, Dad.” Aku menjawab dengan suara rendah. Beberapa saat kemudian, pintu utama chapel pun terbuka lebar. Terlihat para tamu undangan yang ada di dalam chapel telah berdiri di samping bangku tempat mereka duduk. Mereka semua memiringkan tubuh mereka menatapku dengan seksama yang mulai melangkah memasuki chapel di dampingi oleh Tuan Besar Chen. Saat ini rasa gugupku semakin bertambah karena menjadi p

