Beberapa hari kemudian, nyonya Benita sedang terburu-buru hendak pergi, kesibukan di kantor membuat nyonya Benita harus keluar dari rumah, ia sudah mempercayakan penuh Ayress kepada Neena, karena mereka memang sepasang suami istri. Kala itu nyonya Benita dan juga Didit sudah difokuskan dengan perusahaan, dan hal itu harus tetap di lakukan meski terkadang lelah melanda, Didit yang sudah sangat di percaya ikut serta membantu semua hal terkait dengan perusahaan yang di dirikan oleh nyonya Benita. Sampai sore tiba, Didit mengetuk pintu ruangan nyonya Benita dan di persilahkan masuk oleh nyonya Benita. Saat itu Didit menghadap pada nyonya Benita dengan hormat. "Nyonya, sudah jam empat sore, mari saya antar pulang, kesehatan Nyonya harus menjadi perhatian utama," ucap Didit yang begitu sanga

