29

1113 Kata

"Astaga Intan, kau jangan lupakan tugasmu Intan, kau ini punya suami," sergah yang lain yang tidak suka dengan ucapan Intan. "Ya ampun, aku hanya bercanda. Kalian jangan mengambil hati, oke." jawab Intan tertawa lepas, saat itu ia menyadari bahwa teman-temannya itu tidak suka jika ia berbicara seperti itu. Intan memendamnya di hati, sampai beberapa hari setelah itu ia terlihat semakin penasaran dan ingin kembali lagi ke salon kecantikan itu, tentu saja ia ingin bertemu dengan Pandu. Sikap Intan itu membuat Rehan merasa curiga, karena setelah pulang dari salon, ia terlihat begitu sangat bahagia dan cerita, Rehan beberapa kali menangkap Intan tengah mengamati semua jemarinya, dan ia selalu mengangkat jemari tersebut tinggi-tinggi hingga membuat Rehan semakin curiga. "Ehem... Sepertinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN