Bab 42 Saat sedang melakukan terapi Ayress terlihat tidak semangat karena saat itu pikirannya sedang terbagi, Ayress memikirkan tentang perusahaan yang seperti sudah tidak ada pemiliknya, Ayress tidak menyalahkan nyonya Benita ketika ia mulai merasa nyaman dengan Rindu dan juga Satria. Bahkan jauh dari lubuk hati yang paling dalam, Ayress justru senang karena di masa usia orang tuanya, ia tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, namun yang menjadi pikiran Ayress adalah, ketidak-yakinannya terhadap Noella dan Riffat yang membuat dirinya menjadi tidak semangat. Sementara saat itu Neena menyadari ada yang lain dalam benak Ayress, hingga hari ini ia terlihat tidak begitu semangat ketika berlatih. Dan Neena pun akhirnya mengajak Ayress duduk bersama di sebuah kursi besi yang ada di taman it

