"Kamu benar-benar ya, Gerald!" Kesal Icha tak berhenti mencubiti perut sang suami. Gerald pun tak henti-hentinya mengaduh kesakitan ketika tangan Icha dengan lihai menjewer telinganya. "Maaf sayang, maaf." Ujar Gerald meminta maaf pada istrinya. "Kamu pikir aku gak malu apa? Pelayan itu pasti menertawai ku. Aku melenguh sangat kencang saat pelepasan!" Omel Icha lagi masih tak ikhlas karena dirinya akan di cap sebagai pelanggan yang m***m. Suaminya ini memang tidak pernah tahu tempat sejak dulu, berbuat m***m seenaknya dimanapun dan kapanpun. "Oke maaf maaf, sebagai gantinya aku akan bawa kami jalan-jalan ke suatu tempat." Ampun Gerald pada sang istri. Icha menghentikan pukulan nya. "Baiklah, kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Icha mulai menurut. Gerald menghela napas nya dengan baik k