Tidak berselang lama Amara pergi begitu melihat Sumi sudah datang. “Ini semua gara-gara kamu Sa, coba kamu enggak suruh Ibu pergi beli bubur ayam tadi,” keluh Sumi sambil mencoba menghubungi Frans setelah mendengar cerita Elsa tentang kejadian yang baru saja terjadi. “Maaf Bu, aku cuman tidak mau melihat Ibu marah-marah terus,” sahut Elsa pelan. Sumi cuman mendengus, kemudian dia melihat pada gawainya, “Aduh Mas Frans ini juga, kok enggak di angkat dari tadi?” “Semoga Kakek Haris baik-baik saja,” Elsa menghela nafas berat. “Coba tadi Ibu datang lebih cepat, pasti bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi tadi,” kembali Sumi terdengar mengeluh. “Apa ibu juga kenal sama Kakek Haris?” tanya Elsa. “Tidak begitu kenal, cuman waktu itu sempat bertemu saat pernikahan Ratih dan Ferry,