74. Bisa Naik, Nggak Bisa Turun

1286 Kata

"Papa" panggil Isla membuat Marvo menoleh. "Apa?" Tanya Marco. "Isla berangkat sama Papa." "Kampret kamu kemana?" Tanya Marci membuat Isla menaikkan sebelah alisnya. "Kampret yang mana?" "Aldo" "Aldo nggak punya kampret, Papa. Nama Aldo juga nggak ada kampretnya." protes Isla. "Tapi Aldo kaya kampret" ujar Marco. Isla menyembulkan bibir bawahnya, "yaudah Isla berangkat sendiri aja, Papa ngeselin!" Isla sudah hendak melangkah, tetapi tas punggungnya langsung ditarik oleh Marco. "Ngambekan, kamu." "Biarin" sahutnya. Tuk Marco langsung menyentil bibir putrinya. "MAMAAAA!! PAPA NAKAAALL" Teriak Isla. "Eh busseett, malah ngadu," decak Marco. "Apa sayang?" Tanya Debby. "Papa nakal sama Isla," adu Isla. "Kamu kok ya, udah tua tapi semua anak muda kamu jahilin. Kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN