Eka menghubungi Alan melalui ponselnya saat pria itu sedang sibuk membaca beberapa dokumen di perusahaan Ruby. Pria itu segera menerima panggilan dari Eka. “Halo.” “Alan, aku saat ini sedang sakit. Aku punya permintaan padamu. Izinkan aku datang ke kantormu.” Eka membuat suaranya terdengar manja dan serak. “Kenapa bisa sakit? Apa kamu tidak makan?” “Sejak kamu mengurungku di sini, aku tidak nafsu makan. Mungkin kalau kita bertemu hari ini, nafsu makanku bisa kembali.” “Hanya satu kali ini saja aku akan mengabulkan permintaanmu. Setelah ini tidak akan ada lagi permintaanmu yang aku kabulkan dan kamu harus siap menjalani hukumanmu.” “Iya, tidak apa-apa, Alan. Terima kasih.” Setelah menutup panggilan dari Eka, Alan memanggil Ferdi ke ruangannya. Pria itu pun sudah berdiri di hadapan