Mobil yang dikendarai Bumi telah berhenti di pinggir jalan dekat rumah Kiara, karena perasaannya tidak nyaman. Bumi keluar dari mobilnya tanpa menutup pintu itu kembali. Sampai di depan pintu utama Kiara, Bumi mengetuk pintu berulang kali. Tok! Tok! "Sayang! Buka pintunya, Sayang!" teriak Bumi, setelah ia mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam. Bahkan saat ia telah memanggil nama kekasihnya. 'Kenapa Kiara tidak mau membukakan pintu juga, apa dia begitu pulas tidur makanya dia tidak mendengar suara panggilanku?' gumam Bumi, dengan mengambil kunci duplikat dari dompetnya. Tidak lama, Bumi membuka dengan kunci duplikat itu. Setelah pintu terbuka, Bumi dengan terburu masuk ke dalam, tepatnya langsung ke kamar kekasihnya. Cekelek! "Sayang, apa kamu sedang tidur?" tanya Bumi deng

