Setelah mendapatkan ingatannya kembali, Dokter Rara atau Kiara dengan langkah pelannya seraya memegangi kepalanya yang masih berdenyut sakit ke arah ruang perawatan pasien di bagian jantung. Sebagai seorang Dokter, apalagi untuk penyakit dalam yang menurut Dokter Rara atau Kiara. Ia tidak mau pasiennya tertekan, ataupun banyak pikiran. Karena hal itu bisa membahayakan kesehatan sang pasien. Sesaat Dokter Rara menghentikan langkahnya, karena sakit kepalanya begitu hebat. Ia pun berusaha mengontrol diri, agar tidak menekan pikiran ataupun masa lalunya. 'Aku harus tenang dulu, aku tidak boleh terlalu banyak berpikir atau menekan ingatanku agar ingat semuanya. Cukup saat ini kalau aku sudah mengingat siapa diriku dan aku juga telah mengingat Kak Bumi itu lebih dari cukup,' monolog Kiara, d

