"Kak Bumi kenapa masih menangis, bukankah Kiara sudah memaafkan semua kesalahan Kakak. Ini apa? Tapi, mengapa Kakak terus saja menangis," tanya Kiara bertubi, dengan nada tersirat kekhawatiran di dalamnya. Setelah Kiara melepaskan pelukannya, ia melihat Bumi tidak berhenti meneteskan air mata. Seraya menatapnya, dengan tatapan yang Kiara tidak mengerti. Sedangkan Bumi mendengar nada kekhawatiran dari wanita di hadapannya, semakin merasa bersalah. Apalagi ketika ia mengingat semua perlakuan kehidupannya selama di Amerika, yang tidak jauh dari minum-minuman keras dan juga bermain wanita. Karena tidak ingin kekasihnya semakin mencemaskan dirinya, Bumi akhirnya mengakui kalau hatinya masih saja merasakan rasa bersalah pada Kiara. Apalagi saat sang kekasih begitu mudahnya menerima, dan memaa

