Bab 29

985 Kata

Pagi berikutnya dimulai lebih cepat dari biasanya. Nina sudah tiba di kantor sebelum jam delapan, bahkan sebelum sebagian besar karyawan datang. Wajahnya terlihat tenang, tapi pikirannya bekerja tanpa henti. Malam sebelumnya ia hampir tidak tidur. Bukan karena takut, melainkan karena terlalu banyak keputusan yang akhirnya berani ia ambil. Tomi datang tepat waktu, membawa tablet dan beberapa map tebal. Sebagai sekretaris pribadi Nina, ia sudah terbiasa membaca perubahan suasana hati atasannya. Pagi ini berbeda. Nina tidak tampak ragu, tidak pula gelisah. Ia tampak siap. “Semua yang Ibu minta sudah saya siapkan,” ujar Tomi sambil meletakkan map-map itu di meja. “Dokumen Proyek Meridian berhasil kami pulihkan sebagian besar. Ada beberapa email yang dihapus permanen, tapi tim IT sedang berus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN