Regan menatap datar pada Laura yang berdiri di hadapannya dengan wajah penuh ketakutan. Lelaki itu duduk di sofa dengan santai, satu kakinya disilangkan di atas kaki lainnya, sementara jemarinya memainkan kuku dengan ekspresi yang sulit ditebak. Matanya yang tajam mengunci pergerakan Laura, membuat wanita itu semakin merasa kecil di hadapannya. "Sebulan lagi, Laura." Suara Regan terdengar dingin, nyaris tanpa emosi. "Itu batas waktu yang aku berikan untukmu. Jika dalam sebulan kau tidak bisa hamil, kau harus mengembalikan uang tiga miliar yang sudah kuberikan." Laura terperanjat. Matanya melebar, jantungnya berdegup lebih kencang. "T-tiga miliar?" suaranya hampir bergetar. Regan menyeringai kecil, menikmati ekspresi ketakutan Laura. "Iya, tiga miliar. Kau pikir aku akan membiarkanmu