Laisa yang mendengar kabar bahwa Laura hamil langsung bergegas menuju rumah Regan tanpa menunggu lebih lama lagi. Dengan langkah cepat, ia memasuki rumah megah itu tanpa memperdulikan pelayan yang mencoba memberitahukan kedatangannya. Ia ingin melihat sendiri kebenaran kabar tersebut. Benarkah menantunya yang selama ini dianggap tidak berguna dan mandul akhirnya mengandung cucunya? Kabar itu terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Sesampainya di ruang tengah, matanya langsung tertuju pada Laura yang duduk tenang di sofa, tengah menikmati buah segar yang terhidang di meja. Tanpa basa-basi, Laisa menghampiri Laura dan langsung menarik wanita muda itu ke dalam pelukannya. Laura terkejut. Seumur hidupnya menjadi istri Regan, tidak pernah sekalipun ia mendapatkan perlakuan sehangat ini