Regan menatap pada Laura yang mengenakan gaun merah muda yang sangat cantik sekali dipakai oleh Laura. Ya... Memangnya kapan Laura jelek, hah? Tidak pernah. Regan mengalihkan tatapannya ke arah lain, dia tidak mau melihat pada Laura. Namun, di dalam hatinya, ia tidak bisa memungkiri bahwa istrinya memang luar biasa cantik. Laura menghampiri Regan dengan senyuman manisnya, berkata kalau dia sudah siap untuk pergi ke acara keluarga Regan. Regan mengangguk, menggenggam tangan Laura dan keluar dari dalam kamar, lalu menuruni tangga. Mereka keluar dari dalam rumah. Regan membukakan pintu mobil untuk Laura, membuat Laura tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Ia sangat menghargai gestur kecil seperti ini, meskipun ia tahu bahwa hubungan mereka masih penuh tanda tanya. Mobil mel