54. The End

1021 Kata

"Narendra ... Rendra ... kamu bisa mendengarku?" Camelia melihat kelopak mata suaminya perlahan terbuka. Ia langsung mendekat dan memanggil-manggil nama sang suami. Senyuman tipis terulas di bibir Narendra. Tangannya terulur perlahan membelai pipi istrinya, membuat Camelia langsung menangis lega karenanya. "Kamu membuatku takut!" Camelia langsung memeluk Narendra dan menangis dalam dekapannya. "Sa ... sakit," lirih Narendra, karena lukanya tertekan. "Maaf, aku memelukmu terlalu erat." Camelia langsung melepaskan diri. Dia seharusnya hati-hati. Perempuan itu langsung menghapus air matanya. "Jadi begini rasanya hampir kehilangan. Kamu pasti merasakan hal yang sama ketika aku koma." Camelia jadi tahu bagaimana rasanya dan betapa takutnya Narendra saat keadaan dirinya kritis. Kini wanit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN