Semenjak beberapa hari yang lalu hubungan persahabatan antara Callisa dan Aurum dengan Denisa mulai retak ketika Denisa menjadi saksi untuk mahasiswi yang menjadi sumber masalah besar bagi Callista dan Aurum. Perasaan kecewa, marah, dan sakit hati bercampur jadi satu dalam diri Callista dan Aurum. Akhirnya Callista dan Aurum memutuskan untuk melabrak Denisa secara langsung. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan persahabatan yang pernah mereka jalin bertiga. Mereka ingin penjelasan dari Denisa. Ingin tahu alasan di balik semua itu. Pertemuan mereka di kelas kampus berubah menjadi momen penuh emosi. Bukan hanya pertengkaran biasa, tetapi perpecahan dua hati yang dulu saling melindungi. Bagi Callista dan Aurum kepercayaan itu sudah hancur. Bagi Denisa, ia merasa salah paham dan niat baiknya

