Aurora baru saja tiba di rumahnya setelah seharian beraktivitas. Langkahnya pelan, tas ransel yang tergantung di bahu tampak berat bukan hanya oleh buku, tapi juga oleh beban pikirannya. Begitu pintu tertutup di belakangnya, ia menarik napas panjang, melepaskan sepatunya tanpa banyak bicara. Wajahnya muram, matanya sayu menatap lantai seperti mencari jawaban dari sesuatu yang mengganggu hatinya. Rambut yang tergerai sedikit berantakan menambah kesan letih. Ia berjalan ke ruang tamu, menjatuhkan diri di sofa, menatap langit-langit tanpa ekspresi. Mungkin hari ini ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai harapan. Tugas yang belum selesai, kabar yang mengecewakan, atau sekadar lelah karena dunia terasa terlalu ramai. Nenek yang melihat cucu kesayangannya itu tampak sedih, ia langsung mendekat.

