Aurora sontak menoleh. Sedikit terkejut. ”Saya, kak. Kenapa?’ ”Kamu dipanggil Bu Fetty ya. Ditunggu di ruang Dosen sekarang juga.” ”I... Iya, kak.” Lalu Aurora menatap ke arah Gresa dengan tatapan wajah yang kebingungan dan ketakutan. Gresa menatap wajah Aurora kembali dan memberikan isyarat kepadanya jika semuanya akan baik-baik saja. Setelah itu Aurora bergegas merapikan alat tulisnya dan melangkah keluar. Di koridor yang lebih sepi, ia berjalan menuju ruang Dosen. Wajahnya tampak penasaran, sedikit tegang. Mencoba menebak-nebak alasan ia dipanggil. Suara langkah kaki Aurora bergema pelan di antara dinding kampus yang sejuk. Sementara dari kejauhan masih terdengar samar-samar suara kuliah yang mulai berlangsung. Aurora berdiri sejenak di depan pintu ruang Dosen. Mengetuk perlahan s

