Telepon itu akhirnya tersambung setelah beberapa nada tunggu yang terasa begitu lama. “Halo?” suara lembut terdengar di seberang. Terdengar sedikit serak dan lemah. Dokter itu langsung mengenalinya. “Halo, ini Dokter Jasmine. Maaf kalau saya mengganggu malam-malam begini. Kamu… baik-baik saja? Kenapa dua minggu ini kamu tidak datang untuk kontrol?” tanyanya dengan hati-hati. Berusaha menjaga nada suaranya agar terdengar tenang. Hening sejenak. Hanya terdengar napas pelan dari seberang. “Maaf, Dok… aku belum sempat datang. Aku cuma… butuh waktu,” jawab Aurora lirih. Dokter Jasmine menatap keluar jendela ruang praktiknya. Memandangi langit malam yang redup. “Kamu tahu, saya mulai khawatir ketika kamu tidak datang dua minggu ini. Lucid dream kamu masih sering terjadi?” “Masih, Dok,

