"Aku boleh ikut kamu, Van?" tanya Destina sesaat dia memeriksa ponselnya. Air mata yang baru saja mengering sudah berjatuhan lagi. Ivan yang masih setia menemani Destina cukup terkejut dengan itu. Pasalnya, mereka baru saja bercanda. Wanita itu bahkan tertawa lepas seakan tanpa beban. "Kenapa tiba-tiba? Ada apa, Des?" Ivan menampilkan mimik khawatir. Dia yang semula fokus pada ponselnya langsung memusatkan fokus hanya pada Destina. "Bisma sudah semakin nyaman dengan gadis itu. Mereka bahkan tidur bersama. Aku pikir lagi, dia memang cocok dengan Vela, dia gadis lajang yang energik. Kamu bilang masih mau terima aku dan bayi kita, kan? Bawa aku pulang ke rumahmu, Van." Destina benar-benar frustrasi. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana. Apa yang baru saja dia lihat sungguh membuat kepe