Kita adalah dua napas yang sama-sama terhempas. __LangitSenja__ *** Anggia ikut mendorong laki-laki itu untuk memasuki ruangan IGD. Tangannya menggenggam erat tapi lembut. Kedua matanya tidak berhenti menangis. Ia menyesal. Tolong maafin aku Kak... Andai saja Anggia tidak menghindari mobil itu. Langit pasti tidak akan seperti ini. Meski akhirnya ia sendiri yang terkena tabrak mobil tersebut. Tapi minimal, ia tidak akan merasa bersalah seperti ini. Yang kuat Kak, aku mohon... Dengan tatapan kosong dan cemas. Anggia hanya bisa menatap laki-laki itu dengan hati yang berdoa tanpa henti. Aku bakal selalu berdoa buat Kakak. Tapi aku mohon bertahan, aku mohon.... Ia hanya mematung menatap brankar itu masuk ke dalam ruangan sana. Ruangan yang akan dipakai Langit untuk bertarung dengan