Di saat yang sama , ketika Nara memasukkan milik Alex ke dalam mulutnya untuk memuaskannya sampai Alex menjeritkan nama Nara kencang, di detik itu, sebuah perahu kecil yang membawa Damian, berlabuh di Pulau Nara. Damian, melompat turun dari perahu lalu berkata pada Midin. “ Kalian berdua tunggu saja di sini. Tidak perlu ikut!” Katanya tegas. Kedua orang itu mengangguk patuh. Damian berjalan dengan langkah gagah menuju suatu gedung besar, sepertinya itu workshopnya anak Minarni , seperti yang dikatakan oleh Samsul. Tiba-tiba dari arah pantai, nampak seorang lelaki muda dengan wajah keras khas Aceh yang menyapa Damian. “Pak.. Bapak siapa? Ada keperluan apa ke Pulau Nara. Ini pulau pribadi yang tidak menerima kunjungan tanpa perjanjian.” Kata lelaki muda ini, dengan nada tegas tapi sopan.