Keheningan malam terpecah oleh suara teriakan yang tertahan, setelah itu ...sunyi kembali menyergap. Max mengeratkan genggamannya pada pistol, matanya tidak lepas dari pintu gudang Lucas yang masih dijaga ketat. Lima menit berlalu, tetapi Alesha belum juga kembali. "Di mana dia?" gumam Max kesal. Kegelisahan mulai menggerogoti ke dalam pikirannya. Apa yang sebenarnya ingin ia lakukan dengan datang ke tempat ini. Apakah Alesha benar membantunya, atau justru menjebaknya dalam perangkap yang lebih besar. Ponsel Max bergetar pelan. Sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal: [Masuk dari pintu belakang.] Max menatap pesan itu dengan curiga. Bagaimana Alesha bisa mendapatkan nomornya? Namun, situasi tidak memungkinkannya untuk bertanya-tanya lebih lanjut. Jody ada di dalam sana, dan waktu

