Peluru yang ditembakkan Romi tidak mengenai Max seperti yang telah ia perkirakan pada awalnya. Suara pecahan kaca yang terdengar berasal dari jendela dapur yang hancur akibat tembakan peringatan. Romi sengaja mengarahkan tembakan ke samping tubuhnya untuk memberikan peringatan, bukan untuk membunuh. Max merasakan dadanya sesak melihat ekspresi di wajah Romi. Ada sesuatu yang berbeda dari pria yang selama ini telah ia anggap sebagai teman disamping menjadi pelatih pribadinya. Di dalam sana ada keraguan. Sebuah keraguan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. "Max," suara Romi terdengar berbeda, lebih lembut namun tetap waspada. "Ambil Alesha dan pergi. Sekarang juga!" Alesha yang masih merayap di selokan menatap Max dengan mata penuh kebingungan. "Apa yang terjadi? Mengapa dia tidak menem

