Malam itu, hujan turun deras mengguyur kota. Di sebuah restoran mewah di lantai 20 gedung pencakar langit, Jody duduk sendirian di meja sudut sambil menatap pemandangan kota yang berkilauan. Ia sedang menunggu seseorang. Pintu restoran terbuka, dan masuklah seorang pria berjas hitam rapi dengan langkah yang penuh percaya diri. Jody hampir tidak mengenali sosok itu sampai pria tersebut duduk di depannya. "Max?" Jody tergagap, tidak percaya dengan penglihatannya. "Rafael," koreksi Max dengan suara tenang. "Rafael Anggara." Jody berkeringat dingin. Selama beberapa waktu ini, Jody bisa merasa aman karena dalam benaknya, Jody berpikir jika Max telah 'mati' dalam dunia kriminal. Kini, pria yang dulu ia fitnah itu duduk di hadapannya dengan aura yang sama sekali berbeda. "Apa maumu?" tanya J

