Sambil berjalan menghampiri siapa tamu wanita yang datang mencarinya, Eva masih berusaha berpikir keras. Ia yang sudah mengeleminasi nama Dinda dan Pamela yang sempat terpikirkan oleh benaknya, kini mulai curiga satu nama lain … jangan-jangan Anya yang datang! Jika benar, memangnya untuk apa wanita itu datang ke sini apalagi menemuinya secara pribadi begini? Mungkinkah wanita itu akan mengacaukan fitting busana pengantin yang bahkan belum dimulai? Tidak! Eva tidak akan membiarkan itu terjadi! Sudah cukup Anya membuat kekacauan di kantor. Sampai pada akhirnya, Eva kini melihat punggung seorang wanita yang berdiri membelakanginya. Wanita itu berdiri ke arah gerbang. Tunggu, itu jelas bukan Anya…. “Maaf?” Suara Eva membuat wanita yang sedang berdiri menunggunya itu memutar tubuhnya. “Sa